[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 SIAPA ANDA? MUSLIMIN ATAU RADIKALISME - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

SIAPA ANDA? MUSLIMIN ATAU RADIKALISME

Bagikan ke tempan sosial anda

Radikalisme bisa jadi muslim, tapi muslim belum tentu radikalisme. Nah anda termasuk siapa ya? Baca aja ini…

Sebelum kita lebih lanjut ada baiknya kita fahami dulu beberapa hal sebagai sebagai berikut:

Definisi radikalisme menurut mba Wiki nih yaitu Radikalisme (historis) adalah sebuah kelompok atau gerakan politik yang kendur dengan tujuan mencapai kemerdekaan atau pembaruan electoral yang mencakup mereka yang berusaha mencapai republikanisme, penghapusan gelar, redistribusi hak milik dan kebebasan pers, dan dihubungkan dengan perkembangan liberalisme.

Nah guys sedangkan definisi radikalisme menurut KBBI yaitu “radikalisme/ra·di·kal·is·me/ n 1 paham atau aliran yang radikal dalam politik; 2 paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis; 3 sikap ekstrem dalam aliran politik”. Dimana radikal itu sendiri adalah “radikal1/ra·di·kal/ a 1 secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip): perubahan yang –; 2 Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dalam berpikir atau bertindak;”.

Berdasarkan definisi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa radikal atau radikalisme itu mengandung makna kekerasan, ideologi, dan ada tujuan politik. Sampai disini apakah anda merasa masuk kedalam faham ini ? mungkin tidak dalam organisasi namun mungkin secara individu sudah pernah anda lakukan ? 😀 😀

Sedangkan muslim itu sendiri menurut mba Wiki yaitu “Muslim (bahasa Arab: مسلم Muslim) adalah secara harfiah berarti “seseorang yang berserah diri kepada Allah”, termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi”. Sedangkan dalam KBBI yakni “muslim/mus·lim/ n penganut agama Islam: selaku seorang –, kita wajib berzakat dan menunaikan ibadah haji jika mampu dan muslimin/mus·li·min/ n 1 para penganut agama Islam; 2 laki-laki muslim”.

Dari pemaparan tersebut di atas muslim dan radikalisme sangat jauh berbeda dimana muslim mengajarkan kita berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) yang tidak seharusnya dilakukan dalam bentuk radikal atau kekerasan yang dapat menyebabkan terjadinya korban yang tidak bersalah dan/atau korban tanpa dosa.

Sebagai seorang muslimin kita diajarkan untuk bersatu, bersaudara, tolong menolong, tenggang rasa, silaturrahim dan sebagainya yang baik-baik saja deh pokoknya. Sehingga akan tercipta lingkungan kehidupan yang aman, tentram, indah dan damai. Sebgaimana dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh Aa Gim bahwa “damai itu islam” dan “islam itu indah”.

Wahai kaum muslimim yang budiman janganlah mudah terprovokasi oleh propaganda yang dilakukan oleh kaum radikalisme yang mengajarkan kekerasan untuk mencapai tujuan tertentu secara instan baik di dunia maya maupun realita di kehidupan sekitar kita. Wake up bro… Wake up… ini bukan zaman jahilliah, bukan juga zaman Siti Nurbaya… 😀

Sebagai salah satu contoh yang penulis anggap sebagai tindakan radikal yaitu pada saat jatuhnya rezim Suharto pada tahun 1998. Hal itu ditandai dengan munculnya berbagai konflik komunal hampir di setiap daerah di Indonesia. Konflik tidak hanya di sebabkan oleh perbedaan identitas budaya, bahasa, dan agama, tetapi juga karena adanya kepentingan ekonomi, politik, dan kekuasaan, dimana sebagian besar konflik yang muncul hanya disebabkan oleh faktor kekuasaan (Giddens, 1989: 571).

Lombok (NTB) merupakan salah satu daerah rawan konflik sejak rezim Orde Baru turun dari tahta kekuasaan. Dalam satu dekade terakhir telah terjadi berbagai konflik komunal seperti konflik antara kampung, agama, dan konflik internal keagamaan yang melibatkan organisasi-organisasi Islam. Konflik agama sangat dominan mewarnai konflik komunal di Lombok seperti salah satu kasus konflik internal organisasi Nahdlatul Wathan (NW) (1998-2009),

Konflik NW termasuk konflik yang berkepanjangan karena setiap upaya negosiasi islah yang ditempuh selalu mengalami kegagalan. NW adalah organisasi sosial keagamaan lokal yang didirikan pada tahun 1953 oleh Tuan Guru Hajji (TGH) Muhammad Zainuddin Abdul Madjid atau lebih dikenal dengan Maulana Syaikh di Pancor, Lombok Timur, NTB. Sejak kepemimpinan Maulana Syaikh tumbang maka sejak itulah faham-faham kekuasaan baru muncul yang menyebakan ketidakpuasan sepihak sehingga terjadi perpecahan dalam organisasi tersebut.

Semua niat baik belum tentu dapat dijalankan dengan baik dan belum tentu pula dapat diterima dengan baik oleh khalayak banyak. Semua itu butuh proses dan waktu. Dan siapakah anda sekarang ? Muslimin atau Radikalisme ?

Sebagai kaum muslimin yang bertakwa marilah kita melaksanakan ibadah yang baik-baik saja, jangan kita melakukan tindakan anarkis yang tidak sesuai dengan akhlakulkarimah dan mengakibatkan perpecahan. Seyogyanya islam merupakan agama rahmatan lil alamin…

Bagikan ke tempan sosial anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *