[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 Salam Redaksi - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

Salam Redaksi

Bagikan ke tempan sosial anda

Perang bukan lagi perkara kecanggihan senjata, namun hal itu perkara kekuatan bahasa dan kata-kata

Haruki Murakami, seorang penulis yang pernah diunggulakan dalam nominasi peraih nobel sastra 2016 mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan yang paling tidak sehat. Hal itu mungkin saja karena mejadi penulis membuat pola hidup seseorang menjadi tidak  teratur. Jika memang benar demikian, maka bagi penulis, ketidak sehatan hidupnya ia korbankan untuk menyehatkan orang nalar orang lain. Karena saya meyakini bahwa, menjadi penulis itu ada dua pilihan, terlihat cerdas atau mencerdaskan orang lain. Saya rasa, penulis yang berhati mulia memiliki niat yang tulus untuk mencerdaskan orang lain sehingga dengan ketulusanya dalam tulisan membuatnya akan terlihat cerdas.

Bagi para duta damai yang sudah kukuhkan, wabil khusu para penulis, tentunya mendedikasikan karyanya untuk mencerdaskan warga net dengan tulisan yang penuh dengan kesan perdamaian. Ini kemudian yang disebut sebagai JIHAD ala manusia era digital. Menagap demikian? akhir-akhir ini, kita begitu familiar dengan istilah perang pemikiran. Ya, peperangan memang tidak lagi tetang kecanggihan senjata, namun lebih dari itu ia juga perkara kekuatan kata-kata dan bahasa. Sehingga mencerdasakan orang lain lewat tulisan sebagai transformasi gagasan atau pemikiran merupakan jalan jihad untuk membela kebenaran atas kebathilan yang tiupkan oleh para propagandis penebar hoax.

Soal kekuatan dibalik sebuah kata-kata, tentu tidak dapat dielakkan lagi. Siapa yang tak ingat dengan semboyan Khairil Anwar “boeng ajo boeng” yang disandingkan dengan lukisan karya Affandi pada tahun 1945?. Tentu saja, lukisan Affandi takkan bisa sempurna untuk menggetarkan semangat rakyat tanpa semboyan dari Khairil Anwar. Disitulah kemudian, kata-kata dan gambar ilustrasi bersatu membentuk kekuatan baru. Hal ini yang terjadi ketika Devisi Blogger atau Penulis bertemu dengan Devisi DKV dan membuat sebuah konten kontra propaganda. Akan tetapi, tanpa media penyampai informasi tulisan dan ilustrasi itu takkan pernah bisa tersampaikan, disanalah media berperan. Jika pada zaman yang lalu media yang digunakan adalah media cetak, maka hari ini kita telah memiliki media penyampai informasi di dunia maya, salah satunya adalah website. Di website inilah Devisi IT berkecimpung dan menjadi ujung tombak agar konten itu dapat tersampaikan.

Jadi, untuk dapat berjihad di dunia maya dalam memerangi konten hoax, radikal terorisme dan konten negatif lainnya, tidah hanya dibutuhkan penulis yang pandai merangkai kata-kata, akan tetapi juga membutuhkan tim DKV untuk memberi tulisan sentuhan agar lebih hidup lewat gambar, dan disebarkan luaskan lewat web yang sudah dipoles secantik mungkin oleh tim IT.

Solid selalu Mandalika! untuk memancarkan cantiknya kedamaian! Pemuda Garis Depan Sebarkan Perdamaian!

Bagikan ke tempan sosial anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *