[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 Be Open Minded: Millenials dapat Ciptakan (Surga Lantai 7 Alexis) Surga Dunia - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

Be Open Minded: Millenials dapat Ciptakan (Surga Lantai 7 Alexis) Surga Dunia

Bagikan ke tempan sosial anda

Be Open Minded: Millenials dapat Ciptakan Surga Lantai 7 Alexis Surga Dunia

Kita sangat familiar dengan kata Millennials. Namun tahukah anda makna kata Millenials? Setelah mendapat ilham dari mbah Gukgel, akhirnya penulis mendapat gambaran tetang apa itu Millenials. Menurut beberapa ahli demografi, Millenial adalah sebutan bagi sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X. Millenials juga biasa disebut sebagai generasi Y, orang-orang yang lahir pada kisaran tahun 1980-2000an, ketentuan ini masih debatable. Kalau dihitung berdasarkan ketentuan diatas, rata-rata umur generasi milenial hari ini berkisar antara 17 s/d 37 tahun. Lantas apa yang spesial dari generasi Millennials ?. Jadi begini sodara,  Generasi Micin Milenials  dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi. Generasi millennials memiliki ciri khas tersendiri seperti terlahir pada saat TV berwarna, handphone sudah merajalela, juga sudah mengenal internet. Jadi, kedekatan mereka dengan teknologi sudah tidak diragukan lagi.

Karena generasi ini sudah terlanjut dekat dengan teknologi, macam amplop dam perangko, generasi millennials harus lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi  yang ada, wabilkhusus yang berhubungan dengan Dunia Maya (Cyberspace). Dunia maya tak ubahnya magnet yang memiliki dua sisi, negatif dan positif.  Akhir-akhir ini penyebaran konten negatif di dunia maya tak dapat dibendung, penyebaran fitnah, hate speech, hoax, bahkan propaganda dari kaum radikal terorisme banyak berliweran.  Jika terus terpapar konten negatif tanpa dibarengi dengan pemahaman yang mendalam tetang informasi yang didapat, maka akan menjerumuskan generasi ini pada pola fikir yang sempit. Sehingga bijaksana dan berfikir terbuka saat bersentuhan dengan Dunia Maya adalah fardu ‘ain bagi generasi Millenials.

Generasi millinneal harus memiliki pemikiran terbuka. Dengan memiliki pemikiran terbuka generasi ini dapat menghargai setiap perbedaan, karena seperti yang kita ketahui bersama  Negara Indonesia merupakan negara majemuk yang penuh dengan keberagaman. Hal itu tercermin dalam semboyan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Kemajemukan yang ada terdiri atas keragaman suku, budaya, agama, ras dan bahasa. Kita semua mengamini bahwa semua perbedaan itu justru membuat Indonesia menjadi bangsa yang memiliki persatuan dan kesatuan yang tinggi. Tidak terpecah belah hanya karena perbedaan.

Selain waspada terhadap penyebaran berita hoax, generasi millenials milenial juga harus cerdas menyaring berita atau informasi yang diterima, apakah informasi tersebut benar adanya atau hanya opini masyarakat yang ingin menjatuhkan negara Indonesia tercinta. Di sinilah pikiran terbuka itu dibutuhkan. Kemudian, mengembangkan diri melalui membaca untuk menambah pengetahuan dan wawasan, dapat membuat kita lebih memiliki pemikiran yang terbuka sebagai tameng untuk menangkal  propaganda radikal terorisme dan juga dan juga hoax yang diproduksi oknum tak bertanggung jawab.

Akhir kalam, jika generasi millenials sudah tercerahkan, saatnya untuk mencerahkan orang lain dengan menyebarkan konten positif di dunia maya, berupa berita atau kata-kata yang menyejukkan hati, untuk membuka fikiran warga net agar tidak tenggelam dalam lautan infomasi yang belum jelas kebearanya, dan juga agar terhindar dari janji manis para jihadis yang tengah mengintai . Dengan banyaknya konten pisitif yang di sebar luaskan, masyarakat akan lebih sadar akan pentingnya menangkal diri dari serangan radikalisme yang dapat membahayakan dirinya.

Dengan melakukan cara- cara tersebut maka akan tercipta generasi millennials yang memiliki pemikiran yang luas, pemikiran yang terbuka untuk membangun Indonesia menjadi negara yang yang damai, aman dan tentram jauh dari hoax, radikal terorisme, propaganda lainnya untuk menciptakan surga lantai 7 Alexis  surga dunia, seperti yang dikatakan Ir. Soekarno “Bangunlah satu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”.

Bagikan ke tempan sosial anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *