[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 Generasi Muda, Generasi Cinta Damai - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

Generasi Muda, Generasi Cinta Damai

Bagikan ke tempan sosial anda

Pernahkah kalian berpikir menjadi generasi muda hari ini jauh terasa lebih berat dari generasi sebelumnya. Mengapa berat? Tentu jawabannya adalah melanjutkan cita-cita dan perjuangan mereka (generasi muda sebelumnya) bukan sesuatu yang dapat dikatakan mudah. Nilai-nilai kebangsaan dan keharmonisan di tengah pluralisme merupakan sesuatu yang wajib di pertahankan yang sudah tentu menghadapi hambatan dan tantangan besar.

Dulu masalah utama yang di hadapi pemuda-pemudi Indonesia adalah tidak ada persatuan dalam melawan penjajah sehingga lahirlah Sumpah Pemuda (1928) sebagai momentum perjuangan bangsa kita. Para Jong dari berbagai daerah berkumpul bersatu berikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Hari ini yang terjadi setelah merdeka dan bersatu ada upaya-upaya dari sekelompok orang yang berusaha memecah belah persatuan bangsa kita, baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan berbagai alasan perbedaan yakni ideology, cara pandang, doktrin agama, aliran-aliran baru, cara berpikir, kepentingan politik, sentiment antar ras, hasutan-hasutan, kebohongan-kebohongan (hoax) dan masih banyak lagi mereka mencuci otak (brain washing) anak-anak muda semakin jauh dari dirinya dan jati diri bangsanya.

Generasi muda yang harusnya menjadi ujung tombak dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan malah kerap menjadi korban. Siapa yang salah dalam hal ini? A. Pemerintah B. Generasi Muda yang kurang ilmu alias bodoh C. Keluarga atau D. Semuanya benar. Jawaban kalian cukup disimpan dalam hati karena semua pasti memiliki pembenaran sendiri. Tugas kita bukan untuk saling membenarkan diri tapi berupaya keras bagaimana melakukan sesuatu yang berarti untuk generasi muda agar mereka semakin menyadari arti penting sebuah perdamaian.

Upaya keras untuk menjaga perdamaian dapat kita mulai dengan langkah kecil yakni pertama mawas diri dengan agama (agama bukanlah alasan kita untuk legalisasi suatu tindakan buruk. Kedua menjauhi lingkungan yang ekstrim (dalam beragama). Ketiga, memilih bacaan yang berkonten positif, kreatif dan tentunya informatif. Keempat mendukung seribu persen dalam menyuarakan perdamaian dimanapun kita berada dan yang terakhir menanamkan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan NKRI mutlak tidak bisa diganggu gugat.

Generasi muda yang hebat adalah generasi yang mencintai perdamaian dimanapun mereka berada. Itulah cerminan dari suatu bangsa yang beradab dan bermartabat.

Indahnya bersatu dalam damai!

 

 

Bagikan ke tempan sosial anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *