[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 60 Laskar Cyberworld Mataram Siap Perangi Terorisme - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

60 Laskar Cyberworld Mataram Siap Perangi Terorisme

Bagikan ke tempan sosial anda

Segala sesuatu yang berkaitan dengan terorisme baik radikalisme, ekstrimisme haruslah diperangi tanpa ampun. Mereka menyebabkan ketakutan yang luar biasa di tengah-tengah masyarakat kita. Sampai hari ini masih segar di memori kita aksi teror bom yang terjadi di masa lalu. Bom Bali 1 dan 2, Bom JW Marriott, Bom Mega Kuningan, Bom Solo, dan Bom Sarinah yang baru-baru ini terjadi.
Hari ini berbagai media, baik cetak maupun online memberitakan para teroris melancarkan aksi-aksi mereka dengan menggunakan perkembangan teknologi terutama internet. Dunia maya menjadi tunggangan teroris bergaya baru ini. Dunia maya mejadi media untuk berkomunikasi dengan para pendukung mereka, menyebarkan ism keras atas nama agama tertentu, menghimpun dana serta merekrut anggota baru. Sasaran mereka pun beragam, tidak lagi terfokus pada orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah, namun juga anak muda yang berpendidikan tinggi tak luput dari target operasi mereka. Tengok saja Zefrizal Nanda Mardani, Mahasiswa yang sempat menempuh studi di Unair dan juga disebut-sebut pernah menyabet medali emas olimpiade astronomi di Ukraina pada 2007 juga menjadi bagian kelompok teroris.
Agama yang seharusnya menjadi sumber ketenangan dan kedamaian menjadi alat untuk melegitimasi tindak kekerasan yang mereka lakukan. Di Indonesia, sebagai agama mayoritas, Islam dan terorisme menjadi satu paket lengkap yang ada dalam stigma masyarakat hari ini. Mengapa Islam? Saya juga tidak mengetahui alasan pastinya, bisa jadi melalui agama otak seseorang lebih cepat dibrainwash(cuci otak).
Berangkat dari itu semua BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) melalui Deputi Bidang pencegahan, Perlindungan, &Deradikalisasi membuat suatu program yang ditujukan untuk anak muda Indonesia untuk menyuarakan perdamaian di dunia maya. BNPT kemudian membentuk DUTA DAMAI MATARAM, 60 orang anak muda yang aktif di dunia maya diajak bergabung dan menjadi satu tim solid untuk memerangi terorisme di dunia maya . IT (Informasi & teknologi), DKP (Desain Komunikasi Visual) dan Blogger diberikan pelatihan intensif selama empat hari untuk membuat Website dengan tampilan menarik yang kemudian diisi dengan konten-konten menarik dikemas dengan bahasa atau gaya anak muda saat ini.
Duta Damai Mataram ini kemudian dapat diharapakan mampu membawa pesan-pesan damai tersebut melalui berbagai tulisan yang mereka buat. Tulisan-tulisan yang dibuat dengan nuansa edukatif, informatif dan menarik kemudian mampu melawan dan menangkis konten-konten negatif berbau hoax, propaganda, radikalisme, dan teror di dunia maya.
Semoga di masa depan Program-program seperti DUTA DAMAI ini terus dapat dilaksanakan setiap tahun. Dengan rasa optimis dan keyakinan yang tinggi program ini dapat menjadi program unggulan di bidang kepemudaan sehingga mampu membawa generasi muda berpikir cerdas dan menyadari arti penting perdamaian dalam membangun bangsa.

Bagikan ke tempan sosial anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *