[21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/image.php on line 11 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function plugins_url() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/blurb.php on line 27 [21-Sep-2018 04:50:59 America/Chicago] PHP Fatal error: Call to undefined function get_categories() in /home/mandalikadutadam/public_html/wp-content/plugins/accelerated-mobile-pages/pagebuilder/modules/contents.php on line 13 31 October 2017 - Mandalika Duta Damai
Friday, October 19Mataram - Nusa Tenggara Barat

Day: October 31, 2017

PEMOEDA TEMPOE DOELOE VS PEMUDA ZAMAN NOW

PEMOEDA TEMPOE DOELOE VS PEMUDA ZAMAN NOW

Opini, trending
““Perang bukan lagi perkara kecanggihan senjata, namun hal itu perkara kekuatan bahasa dan kata-kata. Maka, seruan hari ini bukan lagi angkat senapanmu akan tetapi angkat HP dan laptopmu!!!” Di setiap perayaan hari-hari besar, hal yang paling sering saya lakukan adalan “refleksi”. Mungkin takdir jadi perempuan yang membuat saya suka “ngaca” :v. Sama halnya dengan perayaan Sumpah Pemuda tahun ini, berkaca dan merenung adalah hal pertama yang saya lakukan ketika teman-teman dari pergerakan mengajak saya berdiskusi sebelum turun aksi. Yang pertama mucul dibenak saya adalah pertanyaan tentang “Apa hal special yang dimiliki pemuda?”. Pemuda identik dengan semangat, kekuatan, gagasan yang brilian, dan idealisme. Untuk menggambarkan semangat dan kekuatan pemuda, Soekrno mengAtakan “ ber

Salam Redaksi

Opini
Perang bukan lagi perkara kecanggihan senjata, namun hal itu perkara kekuatan bahasa dan kata-kata Haruki Murakami, seorang penulis yang pernah diunggulakan dalam nominasi peraih nobel sastra 2016 mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan yang paling tidak sehat. Hal itu mungkin saja karena mejadi penulis membuat pola hidup seseorang menjadi tidak  teratur. Jika memang benar demikian, maka bagi penulis, ketidak sehatan hidupnya ia korbankan untuk menyehatkan orang nalar orang lain. Karena saya meyakini bahwa, menjadi penulis itu ada dua pilihan, terlihat cerdas atau mencerdaskan orang lain. Saya rasa, penulis yang berhati mulia memiliki niat yang tulus untuk mencerdaskan orang lain sehingga dengan ketulusanya dalam tulisan membuatnya akan terlihat cerdas. Bagi para duta damai yang su